5 Cara menghitung usia kehamilan dengan mudah dan akurat

Bagaimanakah cara menghitung usia kehamilan bagi yang sudah dinyatakan positif hamil? Sudah waktunya anda tahu usia kandungan sebab dengan mengetahuinya anda bisa memastikan kondisi janin yang sedang di kandung. Manfaat lain mengetahui usia kehamilan adalah anda dapat mengetahui perkembangan janin, makanan yang harus dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi, pekerjaan yang boleh dilakukan dan tidak boleh, menyediakan persiapan kelahiran, dsb. Tujuannya adalah untuk menjaga agar janin tumbuh sehat, cerdas, dan tidak cacat fisik maupun mental.

Nah untuk itulah disini kita bahas mengenai bagaimana cara menghitung usia kehamilan dengan mudah dan akurat yang juga bisa anda jadikan rujukan untuk mengetahui usia kehamilan anda sendiri.

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengetahui usia kehamilan, yaitu dengan cara manual seperti hitungan kalender, kalkulator penghitung usia kehamilan, metode fundus uteri, deteksi gerakan janin, dan cara modern dengan Ultrasonografi (USG).

Cara menghitung usia kehamilan secara manual dan modern

cara menghitung usia kehamilan

Dalam dunia medis, sebenarnya cara menghitung usia kehamilan dalam hitungan minggu, bukan dengan hitungan bulan yang sering dipraktekkan oleh masyarakat pada umumnya. Dengan menggunakan hitungan minggu dokter ahli kandungan dapat memperkirakan perkembangan janin lebih akurat.

Umumnya kehamilan akan berlangsung selama 40 minggu (280 hari) yang dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). HPHT adalah hari pertama di mana haid atau menstruasi terjadi terakhir kalinya sebelum hamil. Nah jika sudah dinyatakan positif hamil anda harus mengingat kembali tanggal berapa hari pertama haid anda sebelumnya.

Berikut ini 5 cara yang dapat anda jadikan pegangan untuk menghitung usia kehamilan dalam hitungan minggu secara manual:

1. Kalender kehamilan

Pertama anda harus mengetahui tanggal berapa HPHT, lalu anda tinggal menghitungnya dengan rumus Naegele. Rumus Naegele hanya dapat digunakan untuk wanita yang siklus haidnya teratur setiap 28 atau 30 hari.

Tanggal HPHT ditambah 7, bulan pada saat haid terakhir dikurangi 3, dan tahunnya ditambah 1. Jika bulannya tidak bisa dikurangi 3, dalam hal ini bulan januari (1), februari (2) dan maret (3), maka bulannya ditambah dengan 9 tapi tahunnya tidak ditambah 1.

Supaya tidak bingung berikut ini contoh kasusnya:

  1. Anggap saja Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) anda adalah tanggal 20 Desember
  2. Berarti: tanggal = 20, bulan = 12 dan tahun = 2016
  3. Maka Hari Perkiraan Lahir (HPL) adalah: tanggal (20 + 7) = 27, bulan (12– 3) = 9, tahun (2016 + 1) = 2017
  4. Jadi bayi anda akan lahir sekitar tanggal 27 – 9 – 2017.

Tentunya kelahiran bayi tidak akan pas tanggal 27-9-2017, biasanya berkisar kurang dari 7 hari atau lebih. Sehingga kemungkinan buah hati anda akan lahir antara tanggal 20-9-2017 s/d tanggal 3-10-2017.

Itulah sebabnya anda wajib mencatat tanggal hari pertama haid setiap bulannya yang berguna untuk menghitung usia kehamilan dan  menghitung masa subur.

2. Kalkulator penghitung usia kehamilan

Alternatif lain bagaimana cara menghitung usia kehamilan adalah menggunakan kalkulator penghitung usia kehamilan. Cara penggunaannya pun sangat mudah, anda hanya memasukkan tanggal, bulan dan tahun dari HPHT dan lama siklus haid rata-rata. Dengan cara ini anda dengan mudah bisa mengetahui usia kehamilan, trimester pertama, kedua dan ketiga kehamilan, serta Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Silahkan klik di sini untuk menggunakan kalkulator penghitung usia kehamilan.

3. Metode fundus uteri (puncak rahim)

Cara lain untuk menghitung usia kehamilan dalam minggu adalah dengan mengukur tinggi fundus uteri. Metode ini didasarkan pada perkembangan janin. Prinsipnya, fundus uteri (puncak rahim) akan meninggi seiring berkembangnya janin.

Menghitung usia kehamilan berdasarkan fundus uteri ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Menggunakan Palpasi (perabaan) tinggi rahim.

Pemeriksa akan melakukan perabaan (palpasi) untuk mencari fundus uteri, untuk menghitung usia kehamilan tinggi fundus uteri yang didapat akan dibandingkan dengan patokan standar, yakni:

  • 12 minggu >> 1/3 di atas simpisis
  • 16 minggu >> simpisis-pusat
  • 20 minggu >> 2/3 di atas simpisis
  • 24 minggu >> Setinggi pusat
  • 28 minggu >> 1/3 di atas pusat
  • 34 minggu >> pusat-prosessus xifoideus
  • 36 minggu >> Setinggi prosessus xifoideus
  • 40 minggu >> 2 jari di bawah prosessus xifoideus atau seperti terlihat pada gambar berikut:

usia kehamilan berdasarkan tinggi fundus uteri
Caranya adalah dengan meraba puncak rahim yang terasa menonjol di bagian perut. Jika jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim sekitar 16 cm, itu artinya usia kehamilan anda sudah memasuki minggu ke-16.

Untuk ibu hamil dengan berat badan normal (nilai IMT berkisar antara 18 – 23), jarak dari tulang kemaluan sampai puncak rahim (fundus uteri) bisa dihitung dengan menggunakan jari. Setiap naik dua jari, berarti usia kehamilan bertambah 2 minggu.

Menggunakan Pita Ukur

  • Dilakukan setelah usia kehamilan 22-24 minggu
  • Gunakan pita ukur (seperti pita ukur yang di pakai penjahit)
  • Titik nol pita ukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis kemudian pita ditarik melewati garis tengah perut sampai puncak rahim
  • Hasilnya dibaca dalam skala cm dan bandingkan hasilnya dengan patokan standar

4. Mendeteksi gerakan janin

Meskipun cara mengetahui usia kehamilan dengan mendeteksi gerakan janin tidak 100% akurat, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba sebab cara ini sangat mudah dilakukan.

Jika anda mulai merasakan janin sudah bergerak-gerak berarti usia kehamilan sudah memasuki minggu ke-18, 19 atau 20. Tetapi cara ini hanya berlaku untuk wanita yang baru pertama kali hamil. Sedangkan bagi wanita yang sudah pernah hamil biasanya usia kehamilan sudah memasuki minggu ke-16 sampai minggu ke-18.

5. Menggunakan USG

Jika dari ke-empat cara diatas anda masih mengalami kesulitan maka solusi terbaik adalah menggunakan cara modern yaitu menggunakan Ultrasonografi (USG). Cara ini terbilang lebih akurat dari cara manapun sebab USG mampu mendeteksi usia kehamilan anda mencapai 95%.

Fungsi USG bukan hanya untuk menghitung usia kehamilan, tetapi bisa menganalisa kapan bayi akan lahir, melihat kondisi bayi secara live dalam gambar grafis 4D, jenis kelamin, ukuran bayi, ukuran tengkorak, ukuran jantung, dll.

Demikian beberapa cara menghitung usia kehamilan yang dapat anda gunakan untuk menghitung usia kehamilan anda sendiri. Untuk zaman modern seperti sekarang ini para wanita lebih banyak menggunakan USG karena hasilnya lebih akurat.

Wujudkan impian Anda untuk segera HAMIL dengan PROGRAM HAMIL MAKSIMAL berdasarkan metode ilmiah yang terbukti meningkatkan peluang hamil. Anda bisa berkonsultasi langsung secara privat bersama dr. Rosdiana Ramli, Sp.OG. Silahkan bergabung di website Tips Hamil. Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dr. Rosdiana Ramli, SpOG

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

38 + = 45