Waspadai keluar cairan bening saat hamil 9 bulan

Keluar cairan bening saat hamil 9 bulan merupakan tanda-tanda akan melahirkan sudah dekat. Jangka waktu keluarnya lendir berbeda-beda pada setiap wanita hamil yang akan bersalin, ada yang berjarak satu jam ada juga yang berhari-hari bahkan ada yang satu minggu.

Bisa saja lendir yang keluar disebabkan oleh hubungna suami isteri dan pasca pemeriksaan dalam. Lendir tersebut berasal dari sumbatan lendir di leher rahim yang terbentuk selama kehamilan. Ketika mendekati persalinan leher rahim membuka dan menipis sehingga lendir keluar dari jalan lahir.

Kasus lainnya pada bumil 9 bulan adalah terjadi peningkatan pengeluaran cairan vagina (keputihan) daripada biasanya. Keputihan yang keluar secara berlebihan disebabkan oleh adanya perubahan hormonal selama kehamilan. Bentuk keputihan yang normal selama kehamilan adalah berwarna bening atau putih susu, encer dan tidak berbau.

Yang perlu bumil wasadai bila keputihan berubah warna (kuning, abu-abu, atau kehijauan), berdarah, keluar dalam jumlah banyak, berbau, gatal daerah kemaluan, atau nyeri perut bagian atas alangkah baiknya anda segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau langsung berkonsultasi dengan dokter untuk memastikannya.

keluar cairan bening saat hamil 9 bulan

sumber gambar: image.slidesharecdn.com

Fungsi air ketuban bagi pertumbuhan janin

Air ketuban adalah zat cair yang mengelilingi janin di dalam rahim, dengan adanya air ketuban akan membuat janin bebas bergerak dan terus tumbuh. Inilah beberapa fungsi air ketuban yang harus anda ketahui:

  1. Membantu mencegah dinding rahim dari kontraksi yang menyebabkan sempitnya ruang rahim sehingga tidak mengganggu pertumbuhn janin
  2. Sebagai bantalan pelindung untuk menghindari kerusakan pertumbuhan janin dari serangan bakteri jahat
  3. Air ketuban mengandung berbagai zat penting seperti karbohidrat, protein, elektrolit, fosfolipid dan lipit yang berfungsi sebagai makanan untuk pertumbuhan janin

Selaput air ketuban

Ciri-ciri air ketuban pecah

Air ketuban mulai terbentuk ketika dua minggu setelah terjadi pembuahan. Jumlah cairan ketuban akan terus bertambah dan terjaga dalam kandungan seiring bertambahnya usia janin.

Selaput ketuban bertugas menjaga air ketuban agar tidak bocor. Jika selaput ini pecah pada saat persalinan maka air ketuban keluar melalui jalan lahir. Tetapi ketika kondisi abnormal bisa saja selaput ini pecah lebih awal yang dapat menyebabkan kelahiran janin. Oleh sebab itu penting bumil mengetahui akan ciri-ciri air ketuban yang pecah agar tidak disalah artikan sebagai cairan keputihan.

Ciri-ciri air ketuban pecah dini adalah lendir yang berwarna bening, tidak berbau urin tetapi berbau khas sedikit amis, dalam beberapa kasus air ketuban bercampur dengan bintik-bintik darah, cairan tersebut merembes keluar tidak dapat ditahan.

Apa penyebab air ketuban pecah dini?

Pecahnya air ketuban membuat persalinan prematur alias bayi terpaksa dilahirkan sebelum waktunya. Air ketuban bisa pecah diakibatkan oleh beberapa penyebab seperti:

  • Trauma akibat kecelakaan, terjatuh, terkejut, dan sebagainya
  • Infeksi rahim, leher rahim, atau leher rahim
  • Kantung ketuban yang terlalu melar. Penyebabnya bisa saja volume air ketuban yang kebanyakan atau jumlah janin dalam kandungan lebih dari satu
  • Stress yang berlebihan
  • Kebiasan buruk seperti kerja yang berat, konsumsi obat-obatan terlarang, minum alkohol dan merokok
  • Pernah mengalami pecah ketuban dini pada kehamilan sebelumnya
  • Pernah melakukan operasi pada serviks atau leher rahim sebelumnya
  • Pendarahan vagina selama kehamilan
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Cacat pada kantung ketuban

Cara mengatasi air ketuban pecah/ merembes

Pertama, Anda harus tahu bahwa telah keluar cairan ketuban dan segera melaporkannya kepada dokter. Anda perlu untuk mengunjungi klinik, atau rumah sakit bangsal bersalin. Jangan menganggap remeh masalah ini, karena pada beberapa kasus ketuban pecah dini bisa berbahaya untuk bayi sehingga menangani kondisi tersebut dengan baik menjadi hal yang sangat penting.

Prinsip! ketika air ketuban sudah keluar, maka ada dua pilihan: menunggu persalinan alami atau menginduksi persalinan. Hal terbaik agar terhindar dari infeksi adalah mengupayakan persalinan sebelum 24 jam dihitung dari mulai pecahnya ketuban. Maka dari itu, kenalilah ciri-ciri, warna dan bau air ketuban dengan baik.

Demikianlah artikel bagaimana mengenali dan mewaspadai pecah ketuban keluar cairan bening saat hamil 9 bulan. Rajinlah mengkonsumsi vitamin C untuk kebutuhan nutrisi harian yang mampu mengurangi resiko ketuban pecah dini. Konsumsi vitamin C secara rutin sejak usia kandungan anda 4 bulan.

Wujudkan impian Anda untuk segera HAMIL dengan PROGRAM HAMIL MAKSIMAL berdasarkan metode ilmiah yang terbukti meningkatkan peluang hamil. Anda bisa berkonsultasi langsung secara privat bersama dr. Rosdiana Ramli, Sp.OG. Silahkan bergabung di website Tips Hamil. Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil dr. Rosdiana Ramli, SpOG

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 2

Share